Pusat Perpustakaan

Perpustakaan UIN Ponorogo Gelar Workshop Strategi Peningkatan Mutu Layanan Berbasis AI

Perpustakaan UIN Ponorogo Gelar Workshop Strategi Peningkatan Mutu Layanan Berbasis AI

PONOROGO – Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membuktikan komitmennya dalam memimpin transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Dalam agenda “Workshop Strategi Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan Berbasis AI” yang dihelat di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Perpustakaan UIN Siber Cirebon memperkenalkan inovasi ABATA AI. Rabu, 16 -09-2026.

Forum yang mempertemukan pimpinan dan pustakawan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (APPTIS) ini dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Ponorogo, Dr. Edi Irawan, M.Pd., didampingi Kepala Perpustakaan UIN Ponorogo, Dr. H. Kardi, M.Hum. Keduanya menegaskan bahwa di era AI, perpustakaan harus bertransformasi dari sekadar penyedia koleksi menjadi ruang konsultasi riset (Knowledge & Research Hub) yang adaptif dan mengedepankan etika akademik.

Kegiatan yang diikuti oleh para kepala perpustakaan dan pustakawan dari berbagai PTKIN seperti UIN Malang, UIN Surabaya, UIN Ponorogo, UIN Kediri, UIN Madura, dan UIN Jember, ini menyoroti pentingnya peran perpustakaan bertransformasi dari sekadar penyedia buku fisik menjadi pusat riset dan keilmuan (Knowledge & Research Hub).

Penguatan Kapasitas SDM dan Manajemen Layanan Inklusif

Selain memamerkan teknologi terapan, workshop ini membekali para peserta dengan wawasan strategis dari dua pemateri utama:

  • Mufid, S.Ag., S.S., M.Hum. (Kepala Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang / Ketua APPTIS Pusat)  Menekankan pentingnya profesionalisme pustakawan di era AI melalui lima pilar: Competence, Adaptability, Critical Thinking, Ethics, dan Impact. Pustakawan kini dituntut menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) dan mitra riset, bukan sekadar penjaga buku. Beliau juga menggarisbawahi perlunya literasi AI kritis agar civitas akademika terlindungi dari bias algoritma dan pelanggaran integritas akademik.
  • Hary Supriyatno, S.Ag., M.Pd., M.SIP. (Sekretaris Perpustakaan UIN Sunan Ampel Surabaya)  Memaparkan best practice tata kelola dan manajemen layanan perpustakaan modern. Transformasi digital menurutnya harus mengintegrasikan kecepatan dan ketepatan dengan prinsip layanan inklusif (Availability, Affordability, Sustainability, dan Appropriateness) serta pemanfaatan konsep Digital Humanities untuk mendekatkan khazanah budaya kepada pemustaka.

ABATA AI: Solusi Penelusuran Cerdas Tugas Akhir Mahasiswa

Dalam sesi panel inovasi teknologi, perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Ian Septiana, S.T., memaparkan secara langsung keunggulan sistem ABATA AI. Layanan berbasis chat AI interaktif ini dirancang khusus untuk mempermudah mahasiswa dalam proses penelusuran referensi dan penyelesaian tugas akhir atau skripsi.

Melalui ABATA AI, mahasiswa cukup mengetikkan gagasan utama atau topik rencana judul tugas akhir mereka. Secara pintar, ABATA AI akan bekerja:

  1. Mengetikan gagasan atau judul tugas akhir mereka: Sistem menyajikan rekomendasi judul-judul riset dan tugas akhir terdahulu yang relevan lengkap dengan tautan sumber valid yang bisa langsung diakses mahasiswa.
  2. Terintegrasi dengan OPAC Kampus: Selain karya ilmiah di repositori, ABATA AI merekomendasikan judul buku cetak maupun referensi yang tersedia di katalog perpustakaan (Online Public Access Catalog).

Integrasi data internal kampus berbasis kecerdasan buatan ini menjadi jawaban konkret atas tantangan riset mahasiswa saat ini, sekaligus menghadirkan pencarian referensi yang cepat, tepat, dan kredibel tanpa kekhawatiran rujukan fiktif (AI hallucination).

Sinergi Inovasi Antar-PTKIN

Semangat kolaborasi antar-kampus juga terlihat dari paparan inovasi PTKIN lain yang hadir pada sesi panel:

  • UIN Syekh Wasil Kediri melalui Muhamad Hamim, S.Kom., M.Pd., mengenalkan RPS Matcher, yakni sistem pemetaan koleksi berbasis keterkaitan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) guna mendukung instrumen akreditasi program studi.
  • UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melalui Karis Wiliantoro, S.Kom., memperkenalkan UIN LibZone, ekosistem layanan mandiri daring mencakup katalog, presensi via kode QR, hingga administrasi bebas pinjam.

Keikutsertaan aktif dan hadirnya ABATA AI dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum ini menegaskan komitmen kampus dalam memimpin ekosistem siber di lingkungan PTKIN, menghadirkan layanan riset yang solutif, cepat, dan tetap berpegang teguh pada kaidah ilmiah.

Partisipasi aktif UIN Siber Cirebon dalam forum APPTIS ini mempertegas peran institusi sebagai pelopor perpustakaan siber yang adaptif terhadap era kecerdasan buatan, sekaligus konsisten mengawal etika akademik sivitas akademika.

Oleh : Tohirin & Ian Septian

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top