Pusat Perpustakaan

Perpustakaan UINSSC Perkuat Literasi di Masa Libur Semester

Perpustakaan UINSSC Perkuat Literasi di Masa Libur Semester

Oleh : Tohirin & Fitri Nurhasanah (Kocipus)

Perpustakaan merupakan kunci utama dalam menyelamatkan kita dari keterpurukan literasi. Namun, sering kali fasilitas ini justru tutup saat masa liburan, sehingga menghambat akses mahasiswa terhadap sumber informasi. Menanggapi tantangan dan kebutuhan nyata tersebut, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) mengambil kebijakan yang memihak pada kepentingan mahasiswa. Kampus UINSSC memahami bahwa haus ilmu pengetahuan tidak bisa dibatasi oleh kalender akademik. Oleh karena itu, pihak kampus mengambil kebijakan untuk tetap membuka layanan perpustakaan secara penuh selama masa libur semester. Dengan tetap beroperasinya perpustakaan, mahasiswa tidak perlu lagi merasa bimbang mencari sumber ilmu pengetahuan saat kampus sedang libur. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap waktu liburan dapat dimanfaatkan untuk menjamin proses transformasi literasi di lingkungan kampus UINSSC agar tetap berjalan.

Kebijakan ini merupakan langkah nyata pihak kampus agar perpustakaan tidak hanya menjadi “gudang buku” atau pajangan akreditasi semata. Sebaliknya, UINSSC berkomitmen menghadirkan perpustakaan sebagai rumah literasi yang fungsional dan produktif bagi seluruh sivitas akademika tanpa terikat oleh kalender liburan.

Meskipun aktivitas perkuliahan di kelas sedang berhenti, operasional perpustakaan UINSSC dipastikan berjalan seperti biasa. Jam operasional dimulai pukul 08.00 – 15.00 WIB setiap hari Senin sampai Jumat. Langkah ini bertujuan memberikan kepastian fasilitas bagi mahasiswa yang masih berada di wilayah Kota Cirebon agar tetap bisa memperdalam wawasan tanpa perlu khawatir menemukan pintu perpustakaan terkunci.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme mahasiswa ternyata tetap ada yang berkunjung meski di tengah masa libur. Setiap harinya, area perpustakaan terpantau dikunjungi oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Mayoritas dari mereka datang untuk mencari referensi penelitian skripsi, jurnal ilmiah, atau hanya sekadar membaca buku untuk menambah wawasan di luar mata kuliah formal. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan akan literasi tidak mengenal waktu liburan.

Pentingnya perpustakaan yang aktif selaras dengan upaya memperbaiki peringkat literasi Indonesia. Data PISA 2018 dan Asesmen Nasional (AN) 2021 menunjukkan bahwa satu dari dua peserta didik kita belum mencapai kompetensi minimum literasi. Dengan tetap dibukanya perpustakaan UINSSC, pihak kampus berupaya mengubah metode belajar ke arah berpikir kritis. Dosen pun didorong untuk terus mengarahkan mahasiswa agar menjadikan perpustakaan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses belajar.

Dengan koleksi buku yang terus diperbarui dan layanan yang ramah, mahasiswa didorong menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kemudahan akses yang diberikan ini merupakan kunci agar membaca bukan lagi sekadar kewajiban akademik, melainkan sebuah budaya dan kebutuhan dasar.

Sebagai kampus siber, UINSSC juga mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perpustakaannya. Mahasiswa yang datang langsung dapat mengombinasikan pencarian buku fisik dengan mengakses buku secara digital yang sudah tersedia. Konsep layanan hibrida ini mempercepat proses distribusi pengetahuan dan memudahkan proses searching maupun browsing referensi penting.

Melalui konsistensi pelayanan ini, UINSSC berharap kebiasaan positif kunjungan mahasiswa selama liburan ini terus meningkat. Hal ini membuktikan bahwa jika fasilitas dikelola secara kreatif, inovatif, dan aksesibel, maka minat baca mahasiswa Indonesia akan bangkit. Perpustakaan bukan lagi tempat penyimpanan yang mati, melainkan jantung pendidikan yang terus berdenyut demi masa depan literasi bangsa yang lebih baik. Edit @Toh

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top