Pusat Perpustakaan

Menuju Kampus Informatif, UIN Siber Cirebon Gelar Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik bersama Stafsus Menag

 

Menuju Kampus Informatif, UIN Siber Cirebon Gelar Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik bersama Stafsus Menag

Perpustakaan, [10 Agustus 2026] – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik bertempat di Auditorium Lantai 8 Gedung Siber. Kegiatan strategic ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kebijakan Publik, Media/Humas, dan Pengembangan SDM, Dr. Drs. H. Ismail Cawidu, M.Si., sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., para Wakil Rektor (Warek I Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., Warek II Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., Warek III Prof. Dr. Hajam, M.Ag.), Plt. Kabiro H. Moh. Khualid, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Senat Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag., jajaran Dekan, Ketua Jurusan, Direktur Pascasarjana, seluruh Kepala UPT, serta para tamu undangan di lingkungan kampus.

Komitmen Rektor: Hapus Predikat “Tidak Informatif” Menjadi “Informatif”

Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa pencapaian status kampus informatif merupakan salah satu program prioritas utama lembaga saat ini.

“Menjadi kampus informatif adalah program prioritas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kampus kita menjadi kampus informatif dengan dukungan bersama. Tahun 2025 lalu kita berada pada peringkat pertama kampus tidak informatif, namun tahun ini kita berkomitmen penuh menghapus status tidak informatif tersebut menjadi kampus informatif,” ujar Rektor.

Beliau juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan unit dan tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Siber Cirebon atas kerja keras dalam mendorong transparansi publik. Harapannya, kedatangan Stafsus Menag Dr. H. Ismail Cawidu dapat memberikan bimbingan dan arahan berkelanjutan agar kampus terus bergerak cepat mencapai target yang telah dirancang.

Apresiasi Stafsus Menag: Publikasi Informasi UIN Siber Mengalami Peningkatan Luar Biasa

Dalam pemaparannya, Dr. Drs. H. Ismail Cawidu, M.Si., mengungkapkan pengalamannya saat menggali data tentang UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kecerdasan buatan (AI) ChatGPT Plus. Data profil kampus, jajaran pimpinan rektorat, dekanat, hingga Direktur Pascasarjana yang ditampilkan oleh sistem AI ternyata telah terkonfirmasi akurat sesuai kondisi faktual.

“Ini menandakan bahwa publikasi informasi di lingkungan UIN Siber Cirebon telah mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Selain itu, saat mengecek website resmi UIN Siber, informasinya sudah sangat lengkap dan memenuhi standar Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menuju kampus informatif,” ungkap Ismail Cawidu.

Meskipun pada penilaian KIP tahun 2025 UIN Siber Cirebon masih berada pada kategori belum informatif, beliau optimistis bahwa dengan akselerasi penyajian informasi publik saat ini, UIN Siber Cirebon sangat berpeluang masuk dalam kategori Kampus Informatif pada penilaian mendatang.

Dr. Ismail Cawidu memaparkan secara komprehensif Payung Hukum UU Keterbukaan Informasi Publik dan mengevaluasi pemetaan kategori PTKIN tahun 2025. Beliau memperingatkan seluruh pimpinan unit kerja untuk menghindari 8 Jebakan Utama yang Menyebabkan Kampus Gagal Meraih Predikat Informatif:

  1. PPID Hanya Formalitas – Tidak berfungsi efektif secara kelembagaan.
  2. Laporan Keuangan Tersembunyi – Akses terhadap akuntabilitas anggaran tertutup.
  3. DIP (Daftar Informasi Publik) Tidak Ada atau Tidak Lengkap.
  4. Hanya Bergerak Menjelang Monev.
  5. Website Tidak Diperbarui.
  6. Permohonan Informasi Tidak Direspon Tepat Waktu.
  7. Informasi Dikecualikan Tanpa Uji Konsekuensi.
  8. Tidak Ada Mekanisme Keberatan.

Sebaliknya, beliau menekankan bahwa keberhasilan meraih predikat Kampus Informatif memberikan dampak dan keuntungan strategis yang nyata bagi institusi, di antaranya:

  1. Reputasi & Kepercayaan Publik: Meningkatkan akreditasi dan citra lembaga.
  2. Daya Tarik Calon Mahasiswa: Akses informasi transparan menarik minat pendaftar.
  3. Kemitraan Industri & Lembaga: Mempermudah kolaborasi riset dan kerja sama.
  4. Perlindungan dari Tuduhan: Tata kelola terbuka melindungi kampus dari isu.
  5. Akses Anggaran & Hibah.
  6. Nilai Akreditasi Lebih Baik.

Kesimpulan

Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik menjadi momentum penting bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan transformasi dari kampus yang masih berstatus tidak informatif menuju kampus informatif.

Komitmen Rektor, dukungan pimpinan, penguatan PPID, peningkatan kualitas website, penyediaan Daftar Informasi Publik, keterbukaan anggaran, respons cepat terhadap permohonan informasi, serta penerapan mekanisme keberatan menjadi sejumlah aspek yang harus diperkuat secara konsisten.

Apresiasi Dr. Ismail Cawidu terhadap perkembangan publikasi UIN Siber menunjukkan bahwa universitas telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Namun, kemajuan tersebut perlu diikuti dengan sistem pengelolaan informasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh unit kerja.

Dengan komitmen bersama dan perbaikan yang dilakukan secara konsisten sepanjang tahun, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki peluang untuk meningkatkan posisi dalam penilaian KIP dan mewujudkan target menjadi Kampus Informatif. Predikat tersebut bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi merupakan cerminan tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, responsif, dan terpercaya di mata publik.Edit@Toh

Salam Literasi !!!

Oleh : Ian Septiana & Tohirin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top