Pusat Perpustakaan

UPT Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Seminar Budaya, Dorong Pelestarian Wayang Kulit di Era Disrupsi

(Ringkasan Kegiatan Seminar Budaya yang diselenggarakan oleh Perpustakaan UINSSC, Rabu,29-07-2026)

By : Tohirin (Sekretaris Perpustakaan/Pustakawan)

Cirebon, 29 Juli 2026 – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Diskusi Budaya bertajuk Merawat Warisan: Masa Depan Wayang Kulit dan Dalang Cirebon di Era Disrupsi Budaya” pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Panggung Literasi, Gedung Perpustakaan Lantai 1 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi ruang dialog antara akademisi, budayawan, dalang, mahasiswa, dan pegiat literasi dalam merumuskan langkah-langkah strategis menjaga keberlanjutan warisan budaya Cirebon.

Seminar menghadirkan Kepala UPT Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Syibli Maufur, M.Pd., sebagai keynote speaker. Hadir pula dua narasumber, yakni budayawan Uun Purnasih, S.Ag., S.Pd., M.Pd. dan dalang Cirebon Drs. Purjadi, yang membahas tantangan serta peluang pelestarian wayang kulit di tengah perkembangan teknologi dan perubahan budaya masyarakat.

Peserta seminar berasal dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon, di antaranya STIKES Cirebon, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta anggota Komunitas Pecinta Perpustakaan (Kocipus). Kehadiran peserta lintas kampus mencerminkan besarnya perhatian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal.

Ketua Umum Kocipus, Mauludina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar budaya ini merupakan bagian dari upaya membangun ruang diskusi yang produktif untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“Literasi tidak berhenti hanya pada aktivitas membaca, tetapi harus berlanjut pada kolaborasi dan aksi nyata.”

Ia menjelaskan bahwa Kocipus tengah menggagas pembentukan Komunitas Literasi Antar-Universitas sebagai wadah kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam mengembangkan gerakan literasi, penelitian, dan pelestarian budaya di wilayah Cirebon. Menurutnya, sinergi antarmahasiswa menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya di tengah tantangan zaman.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Syibli Maufur, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Sejarah selalu bergerak dinamis dan tidak pernah diam. Menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dinas terkait atau para budayawan.”

Ia menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen institusi terhadap pelestarian budaya lokal, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menetapkan mata kuliah Cirebon Studies sebagai mata kuliah wajib di seluruh program studi. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkenalkan sejarah, budaya, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal Cirebon kepada seluruh mahasiswa agar tetap dikenal, dipahami, dan dilestarikan oleh generasi muda.

Menurut Syibli, perpustakaan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat penyimpanan koleksi buku. Perpustakaan merupakan pusat pengetahuan, dokumentasi, dan literasi budaya yang berperan mempertemukan masyarakat dengan kekayaan intelektual dan budaya daerah.

“Seni dan budaya lokal akan tetap lestari apabila didukung oleh masyarakat yang memiliki literasi budaya yang kuat. Perpustakaan memiliki tanggung jawab menjadi perekat yang menumbuhkan pemahaman tersebut, baik bagi civitas akademika maupun masyarakat luas.”

Dalam sesi materi, Uun Purnasih mengajak peserta untuk memandang budaya sebagai identitas yang harus diwariskan melalui pendidikan, literasi, dan penguatan karakter generasi muda. Sementara itu, Drs. Purjadi mengulas perjalanan seni wayang kulit Cirebon, tantangan regenerasi dalang, serta pentingnya inovasi dalam penyajian pertunjukan agar tetap diminati tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruh kesenian tersebut.

Suasana seminar berlangsung dinamis. Peserta aktif berdiskusi mengenai strategi pelestarian wayang kulit, pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi budaya, hingga peran mahasiswa dalam mendokumentasikan dan memperkenalkan budaya Cirebon kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap lahir kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi, komunitas literasi, budayawan, pelaku seni, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah. Seminar ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, melainkan investasi untuk membangun identitas bangsa di masa depan.

Semangat kolaborasi yang terbangun dalam seminar diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program literasi budaya yang berkelanjutan, sehingga wayang kulit dan berbagai warisan budaya Cirebon tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.


baca juga :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top