Menjaga Orisinalitas Skripsi melalui Teknik Parafrase dan Sitasi
Penulis: Tohirin& Anas Azhar Nasim*
Bagi mahasiswa tingkat akhir, mendengar kata “Turnitin” seringkali memicu kecemasan tersendiri. Melihat hasil cek kemiripan (similarity index) yang berwarna merah atau di atas 30% bisa membuat semangat mengerjakan tesis atau skripsi mendadak surut. Padahal, Turnitin bukanlah “hakim” yang memvonis Anda sebagai penjiplak, melainkan alat bantu untuk memastikan orisinalitas karya ilmiah.
Di lingkungan akademis, termasuk di perpustakaan kita, isu orisinalitas adalah harga mati. Namun, seringkali tingginya angka similarity bukan disebabkan oleh niat buruk untuk mencontek, melainkan kurangnya keterampilan teknis dalam mengolah referensi. Berikut adalah strategi akademis yang legal dan etis untuk menghasilkan karya tulis yang lolos uji Turnitin.
Memahami Cara Kerja Turnitin
Sebelum melangkah ke teknik penulisan, pahami dulu bahwa Turnitin bekerja dengan mencocokkan teks Anda dengan database raksasa yang berisi jurnal, website, dan tugas mahasiswa lain. Jika Anda menyalin kalimat “plek-ketiplek” (sama persis) dari sebuah jurnal, mesin akan menandainya.
Kuncinya bukan “mengakali” mesin dengan trik curang (seperti mengganti huruf dengan karakter putih), melainkan mengubah struktur kalimat tanpa mengubah makna. Inilah yang disebut dengan parafrase.
Teknik Parafrase: Seni Menulis Ulang
Parafrase adalah jantung dari penulisan akademis. Bailey (2011) menjelaskan bahwa parafrase yang efektif melibatkan penulisan ulang teks orang lain dengan kata-kata Anda sendiri, namun tetap mempertahankan ide aslinya. Berikut langkah praktisnya:
- Baca dan Pahami Konteks: Jangan hanya membaca satu kalimat yang ingin dikutip. Baca satu paragraf utuh untuk memahami gagasan utamanya.
- Tutup Sumber Asli: Ini langkah terpenting. Jangan memparafrase sambil melihat teks asli karena otak Anda akan cenderung menyalin struktur kalimatnya. Tutup bukunya, lalu tuliskan kembali apa yang Anda pahami.
- Gunakan Sinonim dan Ubah Struktur: Ganti kata kerja atau kata sifat dengan sinonim yang sepadan. Ubah struktur kalimat dari aktif ke pasif, atau sebaliknya.
- Bandingkan: Setelah menulis, buka kembali sumber asli. Pastikan maknanya sama, tetapi susunan katanya berbeda.
Kekuatan Sitasi yang Tepat
Parafrase tanpa menyebutkan sumber tetaplah plagiarisme. Menurut standar American Psychological Association (APA), setiap ide yang bukan milik Anda wajib diberikan kredit (American Psychological Association, 2020).
Kesalahan umum mahasiswa adalah hanya mencantumkan daftar pustaka di akhir, tetapi lupa menyisipkan body note (sitasi dalam teks). Pastikan setiap paragraf yang memuat data atau teori orang lain memiliki rujukan yang jelas (misalnya: Nasution, 2024). Penggunaan Reference Manager seperti Mendeley atau Zotero sangat disarankan untuk menghindari kesalahan teknis ini.
Integritas Akademik sebagai Nilai Luhur
Sebagai mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), kejujuran adalah bagian dari akhlaqul karimah. Menulis skripsi bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi pertanggungjawaban ilmiah di hadapan manusia dan Tuhan.
Dengan menguasai teknik parafrase dan disiplin dalam sitasi, Anda tidak hanya akan “lolos Turnitin”, tetapi juga melatih diri menjadi cendekiawan yang jujur dan berintegritas. Ingat, angka similarity yang rendah hanyalah bonus; tujuan utamanya adalah orisinalitas pemikiran Anda.
Referensi
- American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). https://doi.org/10.1037/0000165-000
- Bailey, S. (2011). Academic writing: A handbook for international students (3rd ed.). Routledge.
- Neville, C. (2010). The complete guide to referencing and avoiding plagiarism (2nd ed.). Open University Press.
- Sutanto, L. (2019). Kiat jitu menulis skripsi dan tesis. Elex Media Komputindo.
*Pustakawan & Mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon program Magister S2 beasiswa.