Pusat Perpustakaan

OPAC sebagai Sarana Pencarian Informasi yang Efektif

OPAC sebagai Sarana Pencarian Informasi yang Efektif

oleh : Tohirin (Pustakawan Ahli Muda UINSSC)

di publish Tgl.12 Oktober 2025

 

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah sistem pengelolaan perpustakaan secara signifikan. Salah satu inovasi penting yang mendukung layanan perpustakaan modern adalah OPAC (Online Public Access Catalog), yaitu katalog daring yang memungkinkan pengguna melakukan penelusuran koleksi secara mandiri, cepat, dan efisien. Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, OPAC menjadi sarana pencarian informasi yang efektif bagi pengguna perpustakaan di era digital.

Pengertian OPAC

OPAC adalah sistem katalog perpustakaan berbasis komputer atau daring yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian informasi koleksi perpustakaan secara mandiri. Melalui OPAC, pengguna dapat menelusuri berbagai jenis koleksi seperti buku, jurnal, skripsi, tesis, majalah, CD/DVD, hingga koleksi digital.

Karakteristik utama OPAC meliputi:

  • Antarmuka pencarian yang ramah pengguna

  • Akses cepat dan fleksibel

  • Informasi bibliografis yang lengkap

  • Tersedia kapan saja (jika terhubung internet)

Fungsi OPAC

OPAC memiliki fungsi penting dalam mendukung layanan perpustakaan, antara lain:

1. Menyediakan akses terhadap informasi koleksi

Pengguna dapat mengetahui koleksi apa saja yang dimiliki perpustakaan beserta status ketersediaannya, seperti apakah buku sedang dipinjam, tersedia, atau hilang.

2. Menghemat waktu pencarian

Pencarian informasi dapat dilakukan hanya dengan mengetikkan kata kunci tertentu, sehingga jauh lebih cepat dibanding katalog manual.

3. Mendorong kemandirian pengguna

OPAC memungkinkan pengguna mencari informasi tanpa harus selalu meminta bantuan pustakawan.

4. Mendukung pengelolaan koleksi

Bagi pustakawan, OPAC membantu dalam memonitor perpustakaan, memperbarui data koleksi, dan mengurangi redundansi informasi.

5. Menampilkan informasi yang lebih kaya

Selain data bibliografis, OPAC juga dapat menampilkan sinopsis, sampul buku, lokasi rak, hingga rekomendasi bacaan.


Kelebihan OPAC

Sebagai sarana pencarian informasi, OPAC memiliki berbagai keunggulan, antara lain:

1. Aksesibilitas tinggi

OPAC dapat diakses melalui komputer perpustakaan, perangkat pribadi, maupun internet.

2. Pencarian lebih fleksibel

Pengguna dapat menelusur berdasarkan:

  • Judul

  • Pengarang

  • Subjek

  • Penerbit

  • Tahun terbit

  • ISBN

  • Kata kunci

3. Informasi real-time

Status ketersediaan koleksi diperbarui secara otomatis sesuai pergerakan sirkulasi.

4. Integrasi dengan sistem perpustakaan

OPAC dapat terhubung dengan modul sirkulasi, keanggotaan, repository, hingga layanan digital lainnya.

5. Tampilan modern dan interaktif

Fitur seperti book cover, deskripsi singkat, tag, serta filter pencarian membuat pengalaman pengguna lebih nyaman.


Kekurangan OPAC

Meskipun memiliki banyak kelebihan, OPAC juga memiliki beberapa keterbatasan:

1. Bergantung pada teknologi

Keterbatasan jaringan internet, komputer, atau listrik dapat menghambat akses OPAC.

2. Perlu pembaruan berkala

Sistem harus terus diperbarui agar data akurat dan keamanan terjamin.

3. Tidak semua pengguna terbiasa

Sebagian pengguna yang kurang melek teknologi mungkin membutuhkan pendampingan.

4. Biaya pengembangan

Instalasi, pemeliharaan, dan pengembangan OPAC memerlukan investasi finansial.


Strategi Optimalisasi Pemanfaatan OPAC

Untuk meningkatkan efektivitas penggunaannya, beberapa strategi berikut dapat diterapkan:

1. Pelatihan pengguna

Perpustakaan dapat mengadakan pelatihan atau sosialisasi cara menggunakan OPAC.

2. Peningkatan kualitas data

Metadata harus diisi dengan akurat dan konsisten agar pencarian lebih efektif.

3. Integrasi dengan katalog digital

OPAC dapat dikombinasikan dengan koleksi digital sehingga memperluas akses pengguna.

4. Desain antarmuka yang ramah pengguna

Tampilan sederhana dan mudah dipahami membantu pengguna menavigasi dengan cepat.

5. Perbaikan sistem berkala

Pemeliharaan dan pembaruan software penting agar OPAC tetap stabil dan aman.


Peran OPAC dalam Mendukung Literasi Informasi

OPAC tidak hanya sekadar alat pencarian, tetapi juga mendukung perkembangan literasi informasi, yaitu kemampuan menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Melalui OPAC, pengguna belajar memformulasikan kata kunci, menyaring informasi, dan memahami struktur katalog.


Kesimpulan

OPAC merupakan sarana pencarian informasi yang sangat efektif dalam layanan perpustakaan modern. Dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna, OPAC mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kenyamanan dalam menelusur koleksi. Kendati memiliki keterbatasan, optimalisasi melalui pelatihan pengguna, pembaruan sistem, dan integrasi teknologi dapat menjadikan OPAC sebagai komponen penting dalam mendukung layanan informasi dan pengembangan literasi masyarakat.

Daftar Pustaka

American Library Association. (2018). Introduction to Library Cataloging. ALA Editions.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Intan, N., & Lestari, P. (2020). Pemanfaatan OPAC dalam Meningkatkan Layanan Informasi Perpustakaan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 9(2), 112–120.

Lasa, H. S. (2009). Kepustakawanan dan Dokumentasi. Pustaka Book Publisher.

Sugiharto, B. (2015). Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Teknologi. Jurnal Pustakawan Indonesia, 5(1), 41–49.

Sulistyo-Basuki. (1991). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Gramedia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top