Manajemen Waktu Mahasiswa UIN Siber: Produktivitas Modern Berbasis Keberkahan Waktu
Penulis: Syibli Maufur & Anas Azhar Nasim*
Mukadimah
Sebagai mahasiswa di kampus berbasis siber (Cyber Islamic University), kita memiliki keistimewaan fleksibilitas. Kuliah bisa dari mana saja, akses referensi perpustakaan pun ada dalam genggaman melalui aplikasi Siber Syekh Nurjati Library. Namun, di balik kemudahan ini, tersimpan tantangan besar: ilusi waktu luang.
Sering kali, karena merasa “bisa dikerjakan nanti”, kita terjebak dalam doomscrolling, menggulir layar media sosial tanpa henti hingga berjam-jam. Tiba-tiba, deadline tugas menumpuk, dan stres akademik pun melanda. Riset psikologi menunjukkan bahwa pengaturan waktu yang buruk berkorelasi langsung dengan tingginya tingkat stres dan burnout pada mahasiswa.
Lantas, bagaimana agar kita tetap produktif tanpa kehilangan ketenangan jiwa? Jawabannya ada pada perpaduan kearifan ulama klasik dan teknik manajemen modern: Menggabungkan konsep “Disiplin Waktu” dari kitab Ta’lim Muta’allim dengan teknik “Time Blocking“.
- Filosofi Waktu: Antara Productivity dan Barakah
Dalam dunia modern, produktivitas sering diukur dari “seberapa banyak hal yang bisa diselesaikan”. Namun, dalam Islam, kita mengenal konsep Barakah (Keberkahan), yaitu ziyadatul khair (bertambahnya kebaikan). Waktu yang berkah adalah waktu yang meskipun sedikit, menghasilkan manfaat yang besar dan menenangkan hati.
Syekh Az-Zarnuji dalam kitab legendaris Ta’lim Muta’allim menekankan pentingnya memilih waktu terbaik untuk belajar. Beliau menasihati agar penuntut ilmu memanfaatkan masa muda dan waktu-waktu hening seperti waktu sahur (sepertiga malam) dan waktu antara Maghrib dan Isya. Mengapa? Karena pada waktu-waktu tersebut, pikiran lebih jernih, gangguan minim, dan keberkahan turun.
- Strategi Time Blocking Ala Mahasiswa UIN di era Digital
Untuk menerapkannya, kita bisa menggunakan teknik Time Blocking. Ini adalah metode membagi hari Anda ke dalam blok-blok waktu yang didedikasikan untuk satu jenis tugas tertentu. Berikut adalah contoh penerapan jadwal harian mahasiswa UIN Siber yang menggabungkan sains modern dan nasihat Ta’lim Muta’allim:
| Blok Waktu | Fokus Kegiatan | Alasan Strategis (Klasik & Modern) |
| 04.00 – 06.00
(The Golden Hour) |
(Deep Work / Menghafal)
Shalat Subuh, membaca Al-Qur’an, lalu mengerjakan tugas terberat (misal: analisis data skripsi atau menghafal materi). |
Ta’lim Muta’allim menyebut waktu sahur/pagi sebagai waktu terbaik hafalan. Secara sains, otak dalam kondisi alpha waves yang optimal untuk fokus tinggi. |
| 08.00 – 12.00
(Blok Akademik) |
Kuliah & Diskusi
Simak materi, aktif di forum diskusi. Matikan notifikasi medsos. |
Menggunakan energi untuk menyelesaikan kewajiban utama perkuliahan. |
| 13.00 – 15.00
(Blok Administrasi) |
Tugas Ringan
Balas email, rapikan catatan di Zotero, atau kerja kelompok virtual. |
Energi tubuh mulai menurun (ba’da Dzuhur). Cocok untuk tugas yang tidak butuh konsentrasi berat. |
| 18.00 – 19.30
(Blok Spiritual) |
Recharge Jiwa
Shalat Magrib, dzikir, dan review ringan pelajaran. |
Syekh Az-Zarnuji menekankan waktu antara Maghrib & Isya untuk menghidupkan ilmu. Hindari HP di jam ini. |
| 20.00 – 21.30
(Blok Persiapan) |
Evaluasi & Rencana Besok
Cek to-do list besok, lalu istirahat. |
Tidur cukup adalah kunci mencegah burnout. |
- “Fiqh Informasi”: Kunci Menjaga Keberkahan Waktu
Tantangan terbesar Time Blocking di era siber adalah distraksi digital. Di sinilah relevansi artikel “Fiqh Informasi” (Inventaris Artikel No. 10) yang pernah kita bahas sebelumnya.
Dalam Ta’lim Muta’allim, salah satu syarat sukses menuntut ilmu adalah memutus al-alaq (segala hal yang memalingkan fokus). Di zaman Syekh Az-Zarnuji, mungkin gangguannya adalah pergaulan yang sia-sia. Di zaman kita, gangguannya adalah notifikasi marketplace atau scroll TikTok tanpa tujuan.
Menerapkan Fiqh Informasi berarti kita sadar bahwa:
- Waktu adalah Amanah: Menghabiskan 2 jam untuk doomscrolling berita negatif atau debat kusir di kolom komentar bukan hanya membuang waktu, tapi menghilangkan keberkahan umur.
- Puasa Digital: Cobalah menahan diri dari membuka media sosial sebelum tugas utama (Blok Akademik) selesai. Anggaplah ini sebagai latihan mujahadah (pengendalian diri) melawan hawa nafsu digital.
Jadilah Tuan Atas Waktumu
Sobat Pustaka, menjadi mahasiswa di kampus siber menuntut kemandirian ekstra. Jangan biarkan algoritma media sosial mendikte jadwal hidupmu. Mulailah mengatur hari dengan Time Blocking, prioritaskan waktu-waktu berkah seperti yang diajarkan ulama kita, dan tegaslah memangkas distraksi digital.
Ingat, produktivitas bukan tentang sibuk setiap saat, tapi tentang mengerjakan hal yang tepat di waktu yang tepat, dengan hati yang tenang.
Selamat mencoba, dan semoga waktumu penuh berkah!
Daftar Pustaka
Az-Zarnuji. (2008). Ta’lim al-Muta’allim: Kaidah-kaidah belajar. (Berbagai penerbit).
Covey, S. R. (2004). The 7 habits of highly effective people. Free Press.
Friedman, S. D., & Greenhaus, J. H. (2000). Work and family—Allies or enemies? Oxford University Press.
Gazzaley, A., & Rosen, L. (2016). The distracted mind: Ancient brains in a high-tech world. MIT Press.
Newport, C. (2016). Deep work: Rules for focused success in a distracted world. Grand Central Publishing.
Schraw, G., Wadkins, T., & Olafson, L. (2007). Doing the things we do: A grounded theory of academic procrastination. Journal of Educational Psychology, 99(1), 12–25.
Zohar, D., & Marshall, I. (2000). SQ: Spiritual intelligence. Bloomsbury Publishing.
*Kepala Perpustakaa & Mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon program Magister S2 beasiswa