Literasi Digital: Keterampilan Wajib Abad ke-21 yang Bisa Diasah di Perpustakaan
Oleh : Syibli Maufur dan Anas Azhar Nasim*
di publish Tgl. 11 Oktober 2025

Pendahuluan: Mengapa Literasi Digital Jadi Keterampilan Wajib Abad ke-21
Di era informasi tanpa batas, kita semua dibanjiri data setiap detik. Ratusan berita, jurnal, video, dan opini muncul di layar ponsel kita tanpa henti. Kemampuan untuk sekadar menemukan informasi kini tidak lagi istimewa. Tantangan sebenarnya adalah: mampukah kita memilah mana informasi yang valid dan mana yang hoaks? Mampukah kita menggunakannya secara etis dan produktif?
Inilah inti dari literasi digital, sebuah kompetensi penting yang tidak hanya berguna untuk skripsi, tetapi juga menjadi keterampilan utama yang dicari dunia kerja abad ke-21. Yang mengejutkan, tempat terbaik untuk melatih kemampuan ini bukanlah di startup teknologi atau kafe modern, melainkan di perpustakaan kampus.
Mengapa Literasi Digital Menjadi Keterampilan Karier yang Penting
Dunia kerja modern tidak lagi hanya menilai lulusan dari nilai akademik atau IPK tinggi. Perusahaan kini mencari individu yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi cepat dengan perkembangan digital. Karyawan yang mudah termakan hoaks atau tidak bisa membedakan data valid dengan opini di internet dapat menjadi risiko serius bagi perusahaan.
Kemampuan menemukan data pasar yang akurat, menganalisis tren dari sumber terpercaya, dan menyajikannya secara etis tanpa plagiarisme kini menjadi nilai jual utama saat melamar kerja.
Sebaliknya, jejak digital yang buruk atau ketidakmampuan memvalidasi informasi adalah tanda bahaya (red flag) bagi perekrut.
Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati: Pusat Literasi Digital Mahasiswa
Jika kamu masih berpikir Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hanya berisi rak buku fisik, berarti kamu belum melihat evolusinya. Perpustakaan modern kini berfungsi sebagai “pusat kebugaran digital”, tempat melatih otot literasi digital mahasiswa. Kami tidak hanya menyediakan informasi, tetapi juga alat, akses, dan pelatihan untuk mengelolanya.
Kami melanggan berbagai database ilmiah premium seperti Scopus, ProQuest, Emerald, dan portal jurnal nasional Garuda. Ini adalah sumber informasi kelas satu, yang tidak bisa kamu temukan lewat pencarian Google biasa. Semua ini adalah fasilitas mewah akademik yang disediakan kampus untuk kamu — gratis.
Cara Praktis Mengasah Literasi Digital di Perpustakaan
1. Belajar Validasi Informasi (Anti-Hoaks)
Ketika kamu menemukan isu viral di media sosial, jangan langsung percaya. Gunakan fasilitas perpustakaan, akses database jurnal ilmiah, dan cari bukti akademiknya. Kebiasaan ini akan membentuk kamu menjadi seorang pemeriksa fakta (fact-checker) yang kritis dan terpercaya.
2. Menguasai Alat Riset
Digital Ikuti lokakarya atau bimbingan pustakawan tentang strategi pencarian lanjutan (advanced search) dan penggunaan reference manager seperti Mendeley atau Zotero. Keterampilan ini sangat berharga di dunia kerja yang menuntut efisiensi dan akurasi informasi.Memahami Etika Digital dan Anti-PlagiarismePerpustakaan adalah penjaga gerbang integritas akademik. Dengan belajar teknik sitasi dan parafrasa yang benar, kamu tidak hanya menghindari plagiarisme, tapi juga membangun etika profesional yang akan dihargai di dunia kerja.
3. Memanfaatkan Ruang dan Fasilitas Digital
Gunakan ruang baca, ruang diskusi, atau co-working space di perpustakaan. Manfaatkan komputer, internet stabil, dan akses digital library untuk berkolaborasi, mengerjakan proyek, atau membangun portofolio digital pribadi.
Penutup: Perpustakaan Sebagai Gerbang Menuju Dunia Profesional
Di abad ke-21, perpustakaan bukan lagi tempat menyimpan buku, tetapi tempat mencetak talenta digital. Literasi digital bukan sekadar mata kuliah, melainkan keterampilan bertahan hidup (survival skill) dalam dunia modern.
Jangan tunggu sampai menjelang ujian atau skripsi untuk datang ke perpustakaan. Mulailah manfaatkan semua fasilitas digital yang tersedia hari ini — untuk membangun karier, reputasi, dan masa depan digitalmu.
*Ditulis oleh Kepala Pusat Perpustakaan & Mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Program Magister S2 Beasiswa.