Pusat Perpustakaan

Deep Work Mahasiswa: Cara Fokus Belajar di Kampus

Deep Work Mahasiswa: Cara Fokus Belajar di Kampus

Penulis: Tohirin & Anas Azhar Nasim*

Pernahkah kamu merasa “sibuk” seharian di kampus—mengerjakan tugas di kantin, membalas chat grup kelas, sambil scrolling referensi di ponsel—tetapi saat malam tiba, rasanya tidak ada satu pun pekerjaan besar yang benar-benar tuntas? Kamu lelah, tetapi tidak produktif.

Dalam artikel sebelumnya berjudul Manajemen Waktu Ala Mahasiswa UIN Siber, kita telah membahas cara membagi waktu. Namun, membagi waktu saja tidak cukup jika kualitas fokus kita hancur. Di sinilah kita membutuhkan kemampuan super abad ke-21 yang disebut Deep Work.

Apa Itu Deep Work?

Istilah Deep Work dipopulerkan oleh profesor ilmu komputer, Cal Newport. Deep Work adalah aktivitas profesional yang dilakukan dalam kondisi konsentrasi penuh tanpa gangguan (distraksi), yang mendorong kemampuan kognitif kita hingga batas maksimal.

Kebalikannya adalah Shallow Work (kerja dangkal), yaitu tugas-tugas logistik yang tidak menuntut pemikiran mendalam, seperti membalas pesan, mengisi presensi, atau sekadar merapikan file. Masalahnya, banyak mahasiswa terjebak dalam Shallow Work tetapi merasa sudah “belajar keras”.

Mengapa Mahasiswa UIN Membutuhkan Deep Work?

Sebagai mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati, kita hidup di lingkungan kampus yang dinamis. Namun, keramaian fisik dan notifikasi gawai menjadi musuh utama pemikiran mendalam.

Riset dari University of California, Irvine menunjukkan bahwa setelah terdistraksi, seseorang membutuhkan rata-rata 23 menit 15 detik untuk kembali fokus sepenuhnya pada tugas awal (Mark et al., 2008). Bayangkan jika kita mengecek ponsel setiap 10 menit—fokus tidak pernah benar-benar terbentuk.

Cara Menciptakan Zona Deep Work di Tengah Hiruk-Pikuk Kampus

1. Temukan “Bunker” Belajarmu

Deep Work tidak mungkin dilakukan di tempat yang bising.

  • Perpustakaan adalah kunci. Manfaatkan ruang baca perpustakaan kampus yang relatif tenang. Seperti yang pernah dibahas dalam Tips Betah dan Produktif Berjam-Jam di Perpustakaan, lingkungan fisik sangat memengaruhi kualitas fokus.
  • Cari pojok sunyi. Jika perpustakaan penuh, masjid kampus di luar jam salat atau ruang kelas kosong bisa menjadi alternatif.

2. Terapkan Ritual “Mode Biarawan” (Monastic Mode)

Kamu tidak perlu menjadi pertapa sepanjang hari. Cukup alokasikan 2–3 jam fokus penuh.

  • Matikan data atau Wi-Fi jika tugasmu hanya menulis atau membaca dokumen offline.
  • Simpan ponsel di dalam tas. Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan ponsel di jangkauan pandang saja sudah menurunkan kapasitas kognitif, bahkan ketika ponsel tersebut dalam keadaan mati.

3. Konsep Khusyuk dalam Belajar

Sebagai mahasiswa UIN, kita mengenal konsep khusyuk dalam salat: hadir sepenuhnya menghadap Allah tanpa memikirkan hal lain. Prinsip ini dapat diterapkan dalam belajar.

Anggaplah waktu belajar sebagai bentuk ibadah intelektual yang tidak boleh diganggu. Imam Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa ilmu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu hingga kamu memberikan seluruh dirimu kepadanya. Inilah definisi klasik dari Deep Work.

4. Terapkan Rhythmic Philosophy

Bangun ritme belajar yang konsisten. Misalnya:

“Setiap selesai Ashar hingga Maghrib adalah waktu sakral untuk skripsi. Tidak ada ponsel, tidak ada ngobrol.”

Jika dilakukan secara rutin, otak akan otomatis masuk ke mode fokus (flow state) ketika jam tersebut tiba.

Kesimpulan

Dunia tidak menghargai orang yang hanya terlihat sibuk, tetapi mereka yang mampu menghasilkan karya bernilai melalui fokus yang mendalam. Skill langka lahir dari konsentrasi tinggi, bukan dari pekerjaan yang dilakukan sambil melamun.

Mulai hari ini, berhentilah sok sibuk. Menyingkirlah sejenak ke perpustakaan, matikan ponsel, dan mulailah Deep Work. Satu jam fokus mendalam jauh lebih berharga daripada lima jam belajar sambil membuka TikTok.

Referensi Bacaan

  • Newport, C. (2016). Deep Work: Rules for Focused Success in a Distracted World. New York: Grand Central Publishing.
  • Clear, J. (2018). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Mark, G., Gudith, D., & Klocke, U. (2008). The Cost of Interrupted Work: More Speed and Stress. CHI 2008 Proceedings.
  • Perpustakaan UIN SSC. (2025). Tips Betah dan Produktif Berjam-Jam di Perpustakaan.
  • Perpustakaan UIN SSC. (2025). Manajemen Waktu Ala Mahasiswa UIN Siber.

*Pustakawan Ahli Muda/Sekretaris Perpustakaan dan  Mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon program Magister S2 beasiswa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top