Lapak Buku KOCIPUS: Menumbuhkan Minat Baca dan Menanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini
Oleh : Tohirin & Kocipus
Komunitas Cinta Pustaka (KOCIPUS) menyelenggarakan kegiatan Lapak Buku pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di MI Syarif Hidayatullah. Kegiatan ini melibatkan anggota KOCIPUS dan para siswa MI Syarif Hidayatullah sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KOCIPUS berupaya menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi anak-anak. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan memahami isi bacaan, melatih keberanian dalam menyampaikan kembali informasi, mengasah kreativitas, serta menanamkan nilai toleransi dan sikap menghargai keberagaman sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak MI Syarif Hidayatullah yang memperkenalkan anggota KOCIPUS kepada para siswa. Dalam sambutan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, sehingga para siswa dapat mengenal komunitas yang hadir sekaligus memahami kegiatan yang akan mereka ikuti. Suasana kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan lapak buku yang menyediakan beragam bacaan menarik sesuai dengan usia dan ketertarikan siswa. Para siswa diberikan kesempatan untuk memilih buku yang mereka sukai agar kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan dan mampu membangun kedekatan mereka dengan dunia literasi.
Setelah memilih buku, para siswa diarahkan untuk membaca secara mandiri selama kurang lebih 30 menit. Pada sesi ini, siswa diberi ruang untuk menikmati bacaan sesuai dengan minat masing-masing, baik melalui cerita maupun buku yang mengandung pengetahuan dan pesan moral. Kegiatan membaca mandiri tersebut menjadi salah satu bentuk pembiasaan positif untuk mengenalkan pentingnya meluangkan waktu bersama buku. Selain itu, siswa juga dilatih untuk berkonsentrasi, memahami alur cerita, mengenali tokoh, serta menangkap pesan yang terkandung dalam bacaan. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih buku, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban di sekolah.
Setelah sesi membaca selesai, para siswa kembali dikumpulkan untuk mengikuti kegiatan menceritakan ulang isi buku tanpa melihat teks bacaan. Sesi ini bertujuan melatih daya ingat, kemampuan memahami bacaan, keterampilan berbahasa, serta keberanian siswa dalam berbicara di depan teman-temannya. Sebanyak empat siswa, yang terdiri atas dua siswa perempuan dan dua siswa laki-laki, mendapatkan kesempatan untuk maju dan menceritakan kembali buku yang telah mereka baca. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk menyampaikan isi cerita menggunakan bahasa mereka sendiri, mengingat bagian-bagian penting, dan mengungkapkan pemahaman terhadap bacaan yang telah dipilih. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka, masing-masing siswa diberikan hadiah berupa buku cerita bertema cita-cita. Pemberian hadiah ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus membaca, berani mencoba hal baru, serta memiliki semangat dalam meraih impian mereka.
Pada waktu yang bersamaan, siswa kelas I dan II mengikuti kegiatan mewarnai gambar berbagai tempat ibadah, di antaranya masjid dan gereja. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan usia anak untuk memperkenalkan keberagaman tempat ibadah. Melalui aktivitas mewarnai, siswa diajak mengenali bahwa masyarakat memiliki latar belakang dan keyakinan yang beragam. Pengenalan tersebut menjadi langkah awal dalam menanamkan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui pemilihan warna dan penyelesaian gambar. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada keterampilan motorik dan kreativitas, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya toleransi serta penghormatan terhadap sesama.
Setelah sesi menceritakan ulang buku selesai, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif. Permainan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, akrab, dan menyenangkan. Melalui permainan, siswa memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi, mengikuti arahan, berinteraksi dengan teman-teman, serta membangun semangat kebersamaan. Aktivitas ini sekaligus menjadi selingan yang menyegarkan setelah siswa mengikuti sesi membaca dan bercerita. Perpaduan antara membaca, bercerita, mewarnai, dan bermain menunjukkan bahwa proses belajar dapat dilakukan melalui beragam cara yang menarik, tanpa menghilangkan tujuan utama untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter anak.
Secara keseluruhan, kegiatan Lapak Buku di MI Syarif Hidayatullah menjadi salah satu bentuk kontribusi Komunitas Cinta Pustaka (KOCIPUS) dalam mendukung penguatan literasi dan pendidikan karakter sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan buku sebagai sumber ilmu dan hiburan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan, melatih keberanian berbicara, mengasah kreativitas, dan membangun interaksi sosial yang positif. Di sisi lain, aktivitas mewarnai gambar tempat ibadah menjadi sarana untuk mengenalkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
Melalui kegiatan ini, KOCIPUS berharap dapat menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan di kalangan siswa. Pengalaman belajar yang dikemas secara menyenangkan diharapkan mampu memberikan kesan positif serta mendorong anak-anak untuk terus mengeksplorasi pengetahuan melalui bacaan. Lebih dari itu, kegiatan Lapak Buku menjadi pengingat bahwa literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca tulisan, melainkan juga tentang memahami makna, menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, dan membentuk sikap yang baik terhadap sesama. Dengan semangat berbagi dan kolaborasi bersama pihak sekolah, KOCIPUS berupaya menghadirkan ruang belajar yang inklusif, inspiratif, dan bermakna bagi tumbuh kembang generasi muda.
.@Dok.Toh