Pusat Perpustakaan

Manuskrip Kuno Cirebon: Mengintip Koleksi Langka di Cirebonese Corner UIN Siber

Manuskrip Kuno Cirebon: Mengintip Koleksi Langka di Cirebonese Corner UIN Siber Cirebon

Penulis: Tohirin & Anas Azhar Nasim*

 

Mukadimah

Jika mendengar kata “Cirebon”, apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Mungkin lezatnya Empal Gentong, gurihnya Nasi Jamblang, atau motif batik Mega mendung. Tidak salah memang, Cirebon adalah surga budaya. Namun, sebagai kota yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana dan dibesarkan oleh Sunan Gunung Jati, Cirebon sejatinya adalah gudang ilmu pengetahuan.

Di balik hiruk-pikuk kota pelabuhan ini, tersimpan jejak intelektual para ulama dan pemikir masa lalu yang kini terawat rapi di dalam dinding perpustakaan kita. Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan sekadar tempat meminjam buku cetak, melainkan penjaga peradaban melalui fasilitas unggulannya: Cirebonese Corner.

 

Apa Itu Manuskrip dan Mengapa Disebut “Harta Karun”?

Secara sederhana, manuskrip (naskah kuno) adalah dokumen tulisan tangan asli yang berumur setidaknya 50 tahun dan memiliki arti penting bagi peradaban. Ia disebut “Harta Karun” karena berisi rekaman pemikiran orisinil para ulama masa lalu yang belum terdistorsi oleh penyuntingan penerbit modern.

Membaca manuskrip sama dengan berdialog langsung dengan penulisnya, merasakan goresan tintanya, dan memahami konteks zaman saat naskah itu ditulis sebuah pengalaman otentik yang tidak bisa digantikan oleh buku cetak biasa.

Menjelajahi Koleksi Eksklusif di “Cirebonese Corner”

Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendedikasikan ruang khusus di Lantai 1 Gedung Pusat Perpustakaan yang diberi nama Cirebonese Corner. Ruangan ini digagas salah satunya oleh filolog Mahrus El-Mawa, sebagai pusat rujukan utama khazanah lokal.

Di sudut istimewa ini, Anda tidak hanya menemukan buku sejarah, tetapi juga koleksi langka yang menjadi identitas keilmuan Cirebon:

  1. 8 Naskah Kuno Asli (Manuskrip): Perpustakaan menyimpan 8 naskah kuno fisik yang ditulis di berbagai media seperti kertas Eropa hingga kulit kayu. Naskah-naskah ini memuat beragam topik, mulai dari Fiqh, tasawuf, hingga catatan sejarah lokal.
  2. Koleksi Digital Naskah Langka: Selain fisik, tersedia akses ke puluhan naskah yang telah didigitalisasi, seperti “Wawacan Jaka Supena”, “Tarekat Syattariyah”, hingga “Babad Darmaju”. Digitalisasi ini memungkinkan kita membaca isinya tanpa takut merusak fisik naskah yang rapuh.
  3. Artefak Budaya Lainnya: Tidak hanya teks, Cirebonese Corner juga menyimpan koleksi Lukisan Kaca khas Cirebon, peta kuno, hingga katalog budaya yang memperkaya perspektif visual kita tentang masa lalu.

Catatan Penting: Demi alasan konservasi (penyelamatan), koleksi asli di Cirebonese Corner tidak dapat dipinjam untuk dibawa pulang, namun dapat dibaca di tempat atau diakses versi digitalnya.

Mengapa Mahasiswa Perlu Melirik Naskah Kuno?

Mungkin Anda bertanya, “Untuk apa membaca tulisan jadul yang sulit dibaca?” Di sinilah letak peluang emas bagi mahasiswa UIN SSC:

  1. Skripsi yang Unik & Minim Plagiasi: Riset berbasis filologi (ilmu naskah) masih sangat terbuka lebar. Mengangkat satu naskah seperti Surat Al-Fatawi atau Naskah Jungjang sebagai objek skripsi menjamin orisinalitas penelitian Anda. Judul skripsi Anda dipastikan tidak akan “pasaran”.
  2. Inspirasi Desain Grafis: Bagi mahasiswa yang tertarik pada seni, iluminasi (hiasan pinggir) dan tipografi aksara Pegon pada naskah Cirebon menyimpan estetika tinggi yang bisa diadaptasi menjadi karya desain modern.
  3. Menyambung Sanad Keilmuan: Meneliti karya ulama lokal adalah bentuk birrul walidain (berbakti) secara intelektual kepada para pendahulu yang telah membangun pondasi Islam di tanah Wali ini.

Transformasi Digital: Menuju Cyber Library

Sejalan dengan branding kampus sebagai UIN Siber, perpustakaan terus melakukan inovasi agar warisan leluhur ini bisa diakses oleh generasi digital (Gen-Z).

Perpustakaan UIN SSC telah menyediakan ekosistem digital yang mumpuni:

  1. Repository Digital: Akses naskah dan karya ilmiah sivitas akademika via repository.syekhnurjati.ac.id.
  2. E-Library Apps: Melalui kerja sama dengan aplikasi seperti Kubuku dan Moco, mahasiswa dapat mengakses ribuan referensi digital kapan saja dan di mana saja, tanpa terbatas tembok perpustakaan.

Ini adalah bukti bahwa teknologi siber di UIN Syekh Nurjati tidak mematikan masa lalu, justru menghidupkannya kembali agar relevan dengan zaman.

Manuskrip adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan yang penuh inovasi. Jangan biarkan mereka hanya menumpuk debu sejarah. Mari kita buka, kita baca, dan kita kaji kembali kebijaksanaan yang tertulis di dalamnya.

Tertarik melihat bentuk asli tulisan tangan ulama Cirebon ratusan tahun lalu?

Kunjungi Cirebonese Corner di Lantai 1 Gedung Pusat Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Atau, mulailah petualangan intelektual Anda melalui gawai dengan mengakses layanan digital kami. Layanan Koleksi Cirebonese Corner dapat diakses melalui kanal : https://perpustakaan.uinssc.ac.id/corners/cirebonese-corner-profile/layanan-cirebonese-corner/

Mari Menjadi Penjaga Peradaban dari Kampus Siber!

Daftar Pustaka :

  • Azra, A. (1994). Jaringan ulama Nusantara dan Timur Tengah abad XVII & XVIII. Mizan.
  • Behrend, T. E. (1999). Katalog induk naskah-naskah Nusantara, Jilid 4: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.
  • Chambert-Loir, H., & Fathurahman, O. (1999). Khazanah naskah: Panduan koleksi naskah Indonesia sedunia. EFEO & Yayasan Obor.
  • Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan metode. Prenadamedia.
  • Florida, N. (2020). Javanese literature in Surakarta manuscripts. Cornell University Press.
  • Mawan, M. (2022). Naskah kuno Cirebon dan kontribusinya terhadap historiografi Nusantara. Penerbit Nadamedia.
  • Mulyani, S. (2017). Manuskrip sebagai sumber sejarah: Kajian filologi dan konteks budaya. Jurnal Lektur Keagamaan, 15(1), 45–62.
  • Nasrullah, R. (2018). Naskah Pegon dan tradisi intelektual pesantren. UIN Press.
  • Pigeaud, T. G. T. (1967). Literature of Java (Vol. 1–5). The Hague: Martinus Nijhoff.
  • Ricklefs, M. C. (2008). A history of modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
  • Suryadi, S. (2014). Katalog naskah-naskah Cirebon: Sebuah penelusuran awal. Jurnal Wacana, 16(2), 289–310.
  • Wieringa, E. P. (1998). Catalogue of Malay and Minangkabau manuscripts in the Library of Leiden University and other collections in the Netherlands. Leiden University Library.
  • *Mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon program Magister S2 beasiswa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top