Pemanfaatan dan Dampak AI dalam Bidang Pendidikan : Apakah Masih Menjanjikan?
Penulis : Tohirin (Pustakawan Muda UINSSC)
dipublish Tgl.19 Oktober 2025

1. Pendahuluan
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia pendidikan modern. Dari ruang kelas hingga ruang riset, teknologi ini menghadirkan perubahan besar dalam cara manusia belajar, mengajar, dan meneliti. Namun, seperti dua sisi mata uang, pemanfaatan AI membawa manfaat besar sekaligus tantangan etis dan pedagogis yang perlu disikapi dengan bijak.
2. AI sebagai Akselerator Pembelajaran
AI mampu mempercepat dan mempersonalisasi proses belajar. Platform seperti Duolingo, Coursera, atau Khan Academy telah memanfaatkan algoritma pembelajaran mesin untuk menyesuaikan materi berdasarkan kemampuan masing-masing siswa. Di tingkat universitas, sistem seperti ChatGPT atau Elicit membantu mahasiswa mencari referensi, merangkum jurnal, dan menulis draft penelitian dalam waktu singkat.
AI juga membantu dosen dan tenaga pendidik dalam pekerjaan administratif, seperti penilaian otomatis, manajemen data siswa, dan analisis perkembangan akademik. Dengan demikian, tenaga pengajar bisa lebih fokus pada bimbingan personal dan pengembangan karakter peserta didik.
3. AI sebagai Mitra dalam Penelitian
Dalam dunia akademik, AI menjadi alat yang sangat berguna untuk eksplorasi data dan literatur ilmiah. Mahasiswa dan dosen kini dapat menggunakan AI untuk:
-
Melakukan analisis big data dalam riset sosial dan sains,
-
Mendeteksi pola dalam hasil penelitian,
-
Serta mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap) yang belum banyak dikaji.
Namun, penggunaan ini harus diimbangi dengan prinsip tabayyun (klarifikasi) — terutama di lingkungan kampus Islam seperti UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon — karena AI terkadang menghasilkan informasi yang tidak akurat (fenomena yang dikenal sebagai AI hallucination).
4. Dampak Negatif dan Tantangan Etis
Meski AI sangat membantu, muncul kekhawatiran besar tentang orisinalitas karya ilmiah dan menurunnya kemampuan berpikir kritis. Mahasiswa yang terlalu bergantung pada AI berisiko kehilangan kemampuan untuk menganalisis dan menyintesis informasi secara mandiri.
Selain itu, masalah plagiarisme, privasi data, dan bias algoritmik menjadi isu serius dalam dunia pendidikan berbasis teknologi.
Dalam konteks etika Islam, pemanfaatan AI harus berlandaskan nilai amanah ilmiah dan kejujuran intelektual. Mengutip prinsip “al-‘ilm amanah, wal amanah farīḍah” — ilmu adalah amanah, dan menjaga amanah adalah kewajiban.
5. AI dan Masa Depan Pendidikan
AI bukanlah ancaman, melainkan alat. Nilainya bergantung pada cara manusia menggunakannya. Dengan integrasi yang bijak, AI dapat menjadi mitra transformasi pendidikan menuju sistem pembelajaran yang lebih adaptif, kolaboratif, dan inklusif.
Perpustakaan dan lembaga pendidikan tetap memiliki peran penting sebagai penjaga validitas ilmu pengetahuan. Sumber-sumber akademik yang terverifikasi — seperti jurnal Scopus, ProQuest, dan portal Garuda — harus tetap menjadi rujukan utama.
AI dapat berfungsi sebagai “pintu gerbang” menuju informasi, tetapi kebenaran ilmiah tetap harus diverifikasi secara manusiawi.
6. Kesimpulan
Pemanfaatan AI dalam pendidikan membuka peluang besar untuk efisiensi, personalisasi pembelajaran, dan kemajuan riset. Namun, tanpa pengawasan dan integritas, AI juga berpotensi merusak fondasi berpikir kritis dan etika akademik.
Maka, kuncinya bukan menolak atau memuja AI, tetapi mengendalikannya — menjadikannya asisten cerdas, bukan pengganti nalar manusia.
Daftar Pustaka
-
Bynum, T. W. (2023). Artificial Intelligence and Education: Ethical Perspectives. Journal of Ethics in Education, 14(2), 55–68.
-
Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Boston: Center for Curriculum Redesign.
-
Luckin, R. (2018). Machine Learning and Human Intelligence: The Future of Education for the 21st Century. London: UCL Institute of Education Press.
-
UNESCO. (2021). AI and Education: Guidance for Policy-makers. Paris: UNESCO Publishing.
-
Noor, M. A. (2022). Integrating Islamic Ethics in AI-Based Learning Systems. International Journal of Islamic and Moral Education, 10(1), 33–47.
-
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. (2024). Pedoman Etika Akademik dan Pemanfaatan Teknologi AI di Lingkungan UIN Siber SNC. Cirebon: Pusat Kajian Digital Islam.