Literasi Digital: Keterampilan Wajib Abad ke-21 yang Bisa Diasah di Perpustakaan
Penulis: Anas Azhar Nasim dan Tohirin (Pustakawan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon)
di publish Tgl 20 Oktober 2025
Era Digital Menuntut Literasi Digital yang Kuat
Di era informasi tanpa batas, masyarakat setiap detik menerima banjir data dari internet. Ratusan berita, jurnal, video, dan opini muncul di layar ponsel kita setiap waktu. Kemampuan menemukan informasi saja tidak cukup lagi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana kita memilah informasi yang valid, menolak hoaks, serta menggunakan data secara etis dan produktif.
Inilah inti dari literasi digital, keterampilan penting abad ke-21 yang kini menjadi kompetensi utama dalam dunia kerja modern. Banyak mahasiswa belum menyadari bahwa perpustakaan kampus, khususnya Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, adalah tempat terbaik untuk mengasah keterampilan digital ini.
Mengapa Literasi Digital Penting untuk Karier Mahasiswa
Perusahaan masa kini tidak hanya mencari lulusan dengan IPK tinggi, tetapi juga mereka yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan cepat. Karyawan yang mudah termakan hoaks atau tidak bisa membedakan data valid dengan opini bisa menjadi risiko besar bagi perusahaan.
Kemampuan menemukan data akurat, menganalisis tren, serta menyajikan informasi secara etis dan bebas plagiarisme menjadi nilai jual utama saat melamar kerja. Sebaliknya, jejak digital negatif atau ketidakmampuan memvalidasi informasi bisa menjadi “bendera merah” bagi perekrut.
Perpustakaan Sebagai Pusat Literasi Digital UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
Banyak yang masih mengira perpustakaan hanya berisi rak buku fisik. Padahal, Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah berevolusi menjadi pusat pelatihan literasi digital. Perpustakaan kini berfungsi sebagai “gym” untuk melatih otot literasi digital mahasiswa.
Perpustakaan menyediakan berbagai database ilmiah premium seperti Scopus, ProQuest, Emerald Insight, dan portal nasional seperti Garuda. Koleksi ini berisi jutaan artikel ilmiah terverifikasi yang tidak bisa ditemukan lewat pencarian Google biasa. Kampus menyediakan akses ini secara gratis untuk mendukung riset dan pengembangan karier mahasiswa.
Cara Praktis Mengasah Literasi Digital di Perpustakaan
Berikut beberapa langkah praktis untuk meningkatkan keterampilan digital melalui perpustakaan:
1. Latih Kemampuan Validasi Informasi (Anti-Hoaks)
Ketika menemukan isu viral di media sosial, jangan langsung percaya. Gunakan akses jurnal digital perpustakaan untuk memeriksa data ilmiah dan sumber terpercaya. Langkah ini melatih kita menjadi pemeriksa fakta (fact-checker) yang kritis dan profesional.
2. Kuasai Alat Riset Digital
Ikuti lokakarya literasi digital yang rutin diadakan pustakawan. Mahasiswa bisa belajar strategi pencarian lanjutan (advanced search), penggunaan reference manager seperti Mendeley atau Zotero, dan teknik pengelolaan sumber ilmiah. Keterampilan ini sangat berguna di dunia kerja yang menuntut efisiensi data dan riset.
3. Pahami Etika Digital dan Anti-Plagiarisme
Perpustakaan juga berperan sebagai penjaga integritas akademik. Dengan belajar sitasi, parafrasa, dan etika digital, mahasiswa membangun fondasi moral dan profesional yang kuat. Di dunia kerja, plagiarisme atau pencurian ide bisa menghancurkan reputasi profesional seseorang.
4. Manfaatkan Ruang dan Fasilitas Digital
Gunakan ruang baca, ruang diskusi, atau co-working space di perpustakaan. Fasilitas komputer, internet stabil, dan koleksi digital memungkinkan mahasiswa untuk berkolaborasi, mengerjakan proyek, dan membangun portofolio digital mereka.
Kesimpulan: Perpustakaan Sebagai Gerbang Karier Digital
Di abad ke-21, literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan keterampilan bertahan hidup (survival skill). Perpustakaan modern telah bertransformasi menjadi ruang inovasi dan pengembangan karier digital mahasiswa.
Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat memanfaatkan fasilitas digital perpustakaan untuk mengasah kemampuan riset, berpikir kritis, dan membangun etika digital yang kokoh. Jangan tunggu hingga menjelang ujian atau skripsi—mulailah dari sekarang.