IQRA: KENAPA KITA HARUS MEMBACA?!
Oleh : TohirinAnas & Azhar Nasim*
(Dipublish Tgl05 Oktober 2025)
Iqra! Bacalah!
Itulah kata pertama yang turun sebagai wahyu, sebuah perintah sederhana yang menjadi dasar bagi lautan ilmu pengetahuan. Perintah “bacalah” bukan sekadar ajakan untuk mengeja kata, melainkan panggilan untuk memahami, berpikir, dan menggali makna.
Namun, di zaman sekarang, kita dibanjiri oleh video pendek, utas media sosial yang tak ada habisnya, dan podcast yang bisa didengar sambil melakukan apa saja (Zuhria et al., 20202). Lalu, sebuah pertanyaan muncul: di tengah semua ini, apa kita masih perlu membaca buku?
Jawabannya: tentu saja, dan justru semakin penting. Membaca bukan lagi sekadar hobi, melainkan olahraga esensial untuk melatih pikiran, menenangkan jiwa, dan meraih kesuksesan.
Kenapa kita harus membaca?
- Membaca Adalah Olahraga Terbaik untuk Otak
Saat menonton video atau mendengar audio, otak kita cenderung pasif menerima informasi. Sebaliknya, membaca memaksa otak untuk bekerja keras. Proses ini melibatkan pengenalan huruf, membayangkan cerita, menghubungkan berbagai ide, dan membangun pemahaman yang utuh. Ini adalah sesi “gym” lengkap untuk kesehatan kognitif kita.
Penelitian menunjukkan bahwa membaca, terutama dari buku fisik, dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi secara signifikan. Berbeda dengan membaca di gawai yang penuh dengan notifikasi dan potensi distraksi, buku cetak menawarkan sebuah ruang bebas gangguan yang melatih otak kita untuk fokus pada satu tugas dalam waktu yang lama (Nurbaiti & Mariah, 2020). Sebuah studi lainnya menemukan bahwa pembaca buku fisik cenderung menyerap dan mengingat lebih banyak informasi dibandingkan pembaca e-book. Hal ini disebabkan oleh pengalaman taktil sentuhan fisik pada kertas yang membantu otak memetakan informasi dengan lebih baik. Namun hal ini tidak menutup e-book yang memiliki manfaat yang sama banyaknya.
- Jendela Menuju Dunia dan Hati Manusia
Setiap buku adalah sebuah portal. Membaca fiksi memungkinkan kita untuk “masuk” ke dalam pikiran dan kehidupan orang lain, merasakan kegembiraan, kesedihan, dan dilema mereka seolah-olah itu milik kita sendiri. Pengalaman ini membangun sesuatu yang sangat krusial bagi kemanusiaan: empati. Dengan memahami sudut pandang yang berbeda, kita menjadi lebih toleran, bijaksana, dan terhubung secara emosional dengan sesama (Penerbitadab.id, 2022).
Sementara itu, buku non-fiksi membuka cakrawala pengetahuan kita secara terstruktur dan mendalam. Di saat internet menyajikan informasi secara terfragmentasi, buku menawarkan pembahasan yang komprehensif dan terverifikasi. Baik itu sejarah peradaban, misteri alam semesta, maupun seluk-beluk pikiran manusia, buku adalah panduan terbaik untuk menjelajahi dunia tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita.
- Keterampilan Super untuk Sukses Akademik dan Profesional
Manfaat membaca tidak berhenti pada pengembangan pribadi; ia memiliki dampak langsung pada kesuksesan akademik dan karier. Kemampuan menelusuri informasi secara efektif adalah keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Kebiasaan membaca secara otomatis akan memperkaya kosakata, memperbaiki struktur kalimat, dan mempertajam kemampuan menulis aset yang tak ternilai di dunia akademik (Heriyanto, 2018).
Keterampilan ini juga sangat dicari di dunia kerja. Kemampuan untuk melakukan riset, menganalisis data, dan mensintesis informasi menjadi sebuah laporan yang koheren adalah kompetensi inti dalam berbagai profesi, mulai dari analis bisnis hingga manajer strategis. Di era di mana “data adalah raja”, literasi data dan informasi yang kuat—yang dasarnya dibangun melalui membaca menjadi pembeda antara pekerja biasa dan seorang profesional yang andal.
Panggilan untuk Kembali Membaca
Perintah Iqra adalah sebuah panggilan abadi. Ia mengajak kita untuk tidak puas dengan pengetahuan permukaan. Ia mendorong kita untuk melatih pikiran, membuka hati, dan membentengi diri dengan kebijaksanaan. Di dunia yang serba cepat dan bising, membaca menawarkan sebuah oase ketenangan, kedalaman, dan pencerahan.
Jadi, mengapa kita harus membaca? Karena membaca membuat kita lebih pintar, lebih berempati, lebih kompeten, dan pada akhirnya, menjadi manusia yang lebih utuh. Mari jawab kembali panggilan itu. Singkirkan sejenak gawaimu, kunjungi perpustakaan, dan bukalah sebuah buku. Bacalah.
Daftar Pustaka
Heriyanto. (2018). Memahami Bagaimana Mahasiswa Melakukan Penelusuran Informasi melalui Academic Databases. Anuva, 2(4), 369–376. https://doi.org/10.14710/anuva.2.4.369-376
Nurbaiti, D., & Mariah. (2020). Pengaruh Sikap pada Ebook dan Sikap pada Buku Fisik terhadap Minat Baca Masyarakat di Era Industri 4.0. Jurnal Logistik Indonesia, 4(1), 74–80. https://doi.org/10.31334/logistik.v4i1.875
Penerbitadab.id. (2022). Kelebihan dan Kekurangan Buku Fisik dan Buku Digital (E-Book). Penerbit Adab. https://penerbitadab.id/blog/kelebihan-dan-kekurangan-buku-fisik-dan-buku-digital-e-book/
Zuhria, A. F., Kurnia, M. D., Jaja, & Hasanudin, C. (20202). Dampak Era Digital terhadap Minat Baca Remaja. JUBAH RAJA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 1(2), 27–23.
*Pustakawan UINSSC & Mahasiswa S2 Program Beasiswa UIN SCC