Perpustakaan di Era Digital : Lebih dari Sekedar Tumpukan Buku
Oleh : Syibli Maufur*
Dengar kata “perpustakaan”, apa sih yang langsung terlintas di benakmu? Rak buku tinggi berdebu, suasana super hening yang bikin tegang, atau petugas yang tatapannya setajam elang? Kalau bayanganmu masih seperti itu, fix, kamu perlu update persepsi! Lupakan citra lama yang kaku dan membosankan. Selamat datang di era baru, di mana perpustakaan, termasuk Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, telah bertransformasi menjadi ruang yang jauh lebih dinamis dan relevan dengan kehidupanmu sebagai mahasiswa Gen Z.
Di era ini perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku berdebu. Banyak yang beranggapan perpustakaan hanyalah tempat menyimpan buku cetak, tapi sebenarnya Perpustakaan telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan modern (Vitriana, 2024). Generasi Z atau digital native terbiasa mencari informasi lewat internet dengan cepat. Perpustakaan masa kini harus memaksimalkan peranannya untuk melayani kebutuhan pustakawan millenial dan Gen Z. Dengan kata lain, jangan lagi berpikir “perpustakaan = tumpukan buku”, karena kini perpustakaan hadir sebagai pusat literasi yang dinamis dan inklusif.
UIN Syekh Nurjati Cirebon sudah mengadopsi berbagai layanan perpustakaan digital agar mahasiswa semakin betah. Misalnya, ada OPAC (katalog Online) yang memudahkan pencarian koleksi dari mana saja, kapan saja. Lebih keren lagi, UINSSC meluncurkan aplikasi mobile “Siber Syekh Nurjati Digital Library” perpustakaan digital berbasis media sosial dengan eReader untuk e-book. Lewat aplikasi ini, kamu bisa meminjam dan membaca e-book secara Online maupun offline, sekaligus saling berinteraksi (beri rekomendasi buku, ulasan, dll.) antar pengguna. Dengan layanan-layanan modern ini, perpustakaan UINSSC menempatkan pengetahuan ada di genggaman.
Lebih jauh, studi kepustakaan menunjukkan perpustakaan harus terus mengubah pola layanan dan fasilitasnya agar relevan di era digital. Penelitian menyimpulkan bahwa “perpustakaan harus mengubah pola layanan dan membenahi semua hal yang berhubungan dengan fasilitas perpustakaan” (Vitriana, 2024). Artinya, selain buku fisik, koleksi digital dan akses 24/7 sangat penting. Contohnya, perpustakaan digital menyediakan akses peminjaman e-book kapan saja dan di mana saja, mendukung kebutuhan belajar generasi Z (Habibillah et al., 2022). Dengan begitu, literatur ilmiah dan bacaan berkualitas bisa dinikmati sesuai gaya belajar mandiri mahasiswa.
Perpustakaan UIN Syekh Nurjati siap menjadi mitra literasi modern bukan hanya menyimpan buku, tapi menghubungkan pengetahuan dan komunitas. Jadi, mari ubah mindset lama: gunakan fasilitas digital perpustakaan yang ada, manfaatkan e-book dan layanan Online, dan jadikan perpustakaan sahabat belajar di era serba digital ini.
Daftar Pustaka
Habibillah, A., Terttiaavini, T., & Heryati, A. (2022). Pengembangan Perpustakaan Digital Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa SN Negeri 8 Rantau Bayur Palembang. Klik – Jurnal Ilmu Komputer, 3(1), 42–49. https://doi.org/10.56869/klik.v3i1.340
Vitriana, N. (2024). Transformasi Perpustakaan di Era Digital Native. Librarium: Library and Information Science Journal, 1(1), 59–69. https://doi.org/10.53088/librarium.v1i1.693
* Kepala Pusat Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.